Kamis, 12 Desember 2019

on

Bebas Penggunaan Bahan Kimia, Sayuran BPPUT Perusahaan Sukanto Tanoto Raih Sertifikat Prima 3
Sumber: tribunnews.com

Dalam menjalankan bisnisnya, Sukanto Tanoto tidak hanya berfokus pada keuntungan materi. Sebagai seorang pengusaha yang juga menjadi pendiri grup Royal Golden Eagle, ia juga mendorong agar setiap unit bisnisnya mampu menyebarkan kebaikan kepada lingkungan sekitar. Filosofi bisnis yang tertuang dalam filosofi 5C ini mendorong setiap perusahaan yang berada di bawah grup RGE untuk senantiasa memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Hal ini juga berlaku bagi PT RAPP yang juga merupakan salah satu anak usaha APRIL Group bentukan Sukanto Tanoto.

PT RAPP merupakan salah satu anak usaha APRIL Group yang aktif dalam menjalankan program-program sosial. Selain aktif menjalankan program pelestarian lingkungan, perusahaan ini juga rutin mengadakan pelatihan pertanian dan bisnis untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dari beberapa program pelatihan yang telah dijalankan, pelatihan budi daya tanaman hortikultura menjadi salah satu program pelatihan yang berhasil mengantarkan para petani binaan PT RAPP meraih kesuksesan. Tanaman sayuran yang dihasilkan juga telah teruji dan aman untuk dikonsumsi.

Raih Sertifikat Prima 3, Sayuran BPPUT PT RAPP Aman Dikonsumsi


Sejak beberapa tahun yang lalu, PT RAPP aktif mengadakan program pelatihan budi daya tanaman hortikultura kepada masyarakat sekitar area operasi. Dari program pelatihan tersebut, cukup banyak petani yang berhasil menuai kesuksesan bahkan mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Dalam budi daya tanaman hortikultura, petani binaan PT RAPP menerapkan praktek pertanian yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Upaya ini pun berbuah manis. Pada akhir tahun 2019 lalu, sayur kangkung dan jagung manis yang dibudidayakan di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) PT RAPP berhasil mendapatkan Sertifikat Prima 3 dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau.

Sertifikat Prima 3 ini diberikan atas upaya para petani binaan perusahaan Sukanto Tanoto dalam menghasilkan sayuran tanpa menggunakan bahan-bahan kimia selama proses penanamannya. Dengan pemberian sertifikat tersebut, pemerintah juga berharap agar para petani lebih terdorong untuk membudidayakan komoditas pangan yang mampu memenuhi standar layak konsumsi dan aman.

Dibandingkan dengan sayuran yang ditanam dengan bahan-bahan kimia seperti pestisida, sayuran organik hasil budi daya BPPUT PT RAPP jauh lebih aman untuk dikonsumsi. Dari segi kualitas, sayur kangkung dan jagung manis hasil budi daya BPPUT juga tidak kalah.

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Melalui Budi Daya Nanas


Selain membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pelatihan dan pendampingan budi daya tanaman hortikultura, PT RAPP juga memberi pelatihan budi daya nanas kepada petani binaan di Desa Penyengat.

Program pelatihan dan pendampingan ini juga terbilang sukses. Berkat program tersebut, banyak petani Desa Penyengat yang menjadi lebih sejahtera dan mendapatkan penghasilan lebih besar dari sebelumnya. Desa Penyengat kini juga dikenal akan kualitas nanasnya yang tergolong tinggi.

Pendampingan Desa Penyengat tidak hanya dilakukan dengan cara memberi pelatihan kepada para petani. PT RAPP juga banyak memberi bantuan kepada para petani binaan baik dalam bentuk bibit, pupuk hingga peralatan pertanian. Demi meningkatkan daya saing nanas Desa Penyengat, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut juga mengadakan pelatihan dengan pola studi banding.

Dalam program studi banding tersebut, Desa Tanjung Kuras dipilih sebagai percontohan kelompok tani binaan PT RAPP. Desa Tanjung Kuras sendiri memang sudah lama dikenal sebagai sentra nanas di Kabupaten Siak.

Dengan kebun nanas seluas 800 hektar, desa ini tidak hanya mampu menghasilkan buah nanas dalam jumlah besar. Kualitas nanas Desa Tanjung Kuras juga terbilang tinggi. Melalui program studi banding perusahaan Sukanto Tanoto ini, diharapkan Desa Penyengat bisa semakin berkembang dengan nanas sebagai komoditas unggulannya.

0 komentar:

Posting Komentar